Tingkatkan Kesejahteraan dengan Perpustakaan

BELAJAR: Kegiatan pelatihan komputer bagi masyarakat sekitar, di Perpusdes Loram Wetan, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) membuat program reformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Program tersebut diadakan, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tahun ini, reformasi perpustakaan tersebut, tidak hanya diperuntukkan bagi perpustakaan daerah. Tapi juga perpustakaan di tingkat desa (Perpusdes).

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kudus Wahyu Haryanti melalui Kasi Pengelolaan Pustaka, Ninik Mustikawati mengatakan, pihaknya telah mereplikasi program tersebut di lima desa. Replikasi perpustakaan berbasis inklusi tersebut diterapkan di desa yang mempunyai embrio perpustakaan.

“Lima desa yang sudah melakukan program tersebut antara lain, Desa Loram Wetan, Tumpang Krasak, Jati Kulon, Gulang, dan Janggalan. Kelima desa tersebut merupakan desa yang sudah punya embrio perpustakaan, dan beberapa memiliki gedung sendiri,” terangnya.

Sesuai dengan nama program yang dijalankan, reformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bersifat terbuka. Artinya, program tersebut memang dibuat agar perpustakaan dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya kalangan tertentu saja.

“Perpustakaan kini sudah bertransformasi, tidak hanya menyediakan bahan bacaan saja. Akan tetapi juga menyediakan layanan internet, layanan berbasis TIK, pelatihan dan pembelajaran secara gratis. Contoh yang sudah dilaksanakan adalah senam untuk lansia, pengelolaan sampah, parenting, pelatihan komputer, dan kelas merajut,” paparnya.

Selain itu, inklusi sosial juga bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan pelibatan masyarakat. Bagi komunitas yang ingin mengadakan kegiatan, maka bisa menggunakan fasilitas perpustakaan.

“Komunitas yang ingin menyelenggarakan kegiatan di perpustakaan, akan kami fasilitasi, termasuk sarana prasarananya. Itu yang dimaksud reformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Jadi perpustakaan bisa sebagai inisiator maupun fasilitator, berdasarkan kebutuhan masyarakat,” jelasnya. (cr10/fat)

SOURCE : https://joglojateng.com

Tinggalkan Balasan

jetizz kargo takip sendeo kargo takip kargoist kargo takip sürat kargo takip mng kargo takip diyarbakir evden eve ptt kargo takip